Sabtu, 24 Agustus 2019

IPNU-IPPNU Zona Atas adakan Sholawat Rutin


Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Zona Atas Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara yang meliputi Ranting, Wanaraja, Jatilawang, Kasimpar, Legok Sayem serta Penanggungan adakan kegiatan sholawat duror rutin yang dilaksanakan setiap hari sabtu. Kegiatan tersebut sudah berjalan selama 3 kali putaran. Kegiatan tesebut juga bertujuan untuk mempererat silaturrahim serta merekatkan antar anggotanya dengan mencintai lantunan sholawat.




Rekanita Tri Handayani mengatakan sebagai wadah pengkaderan NU selalu siap menjaga, merawat dan mengawal NKRI,  Sholawat yang digelarnya bertujuan menjaga persatuan antar anggota. Sehingga silaturrahmi yang digalakkan diharapkan tetap memperkokoh komitmen cinta  terhadap Pancasila serta NKRI.

Kegiatan tersebut dinahkodai ketua ketua ranting yang berada dizona atas tersebut.Kegiatan tersebut juga diikuti puluhan anggota baik IPNU maupun IPPNU  yang berada di zona atas kecamatan wanayasa tersebut.
dengan adanya pembagian zona Tujuannya agar mempermudan dalam koordinasi serta distribusi kegiatan, yang pada dasarnya PAC Wanayas berada di wilayah pegunungan yang konturnya perbukitan.

Rabu, 21 Agustus 2019

KETUA PIMPINAN ANAK CABANG
IKATAN PELJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA KECAMATAN WANAYASA
DARI MASA KE MASA


REKANITA NUR KHARIFAH
PERIODE 2012-2014
PANDANSARI-WANAYASA



REKANITA MITA MUKTI KAROMAH
PERIODE 2016-2018
BANTAR - WANAYASA






REKANITA WIWIT SETIANI
PERIODE 2019-2022
PANDANSARI-WANAYASA





Selasa, 20 Agustus 2019

KETUA IPNU PAC WANAYASA

KETUA PIMPINAN ANAK CABANG IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA KECAMATAN WANAYASA DARI MASA KE MASA





KETUA PAC IPNU KEC.WANAYASA
PERIODE 2001-2003
BAPAK ASNAWI WIDIANTO, S.Pt, S.Pd
( BANIARA_PESANTREN_WANAYASA )
Telp.  0813 2759 6525




KETUA PAC IPNU KEC.WANAYASA
PERIODE 2013-2015
REKAN JA`FAR AMIN CHUSAIN 
( SIMPAR-SUSUKAN-WANAYASA )
Telp. 0857 4700 7277



KETUA PAC IPNU KEC.WANAYASA
PERIODE 2016-2018 / 2019-2022
REKAN WAWAN SETIAWAN
( KECEPIT_KUBANG_WANAYASA)
Telp. 0896 9366 2963

Sabtu, 10 Agustus 2019

MAKNA LAMBANG IPPNU

Makna Lambang IPPNU
  • Warna Hijau : Kebenaran, Kesuburan serta dinamis
  • Warna Putih : Kesucian, kejernihan serta kebersihan
  • Warna Kuning : Hikmah yang tinggi / kejayaan
  • Bentuk Segitiga : Iman, Islam, Ikhsan
  • Dua buah garis tepi mengapit warna kuning : Dua kalimat Syahadat
  • Sembilan bintang : Lambang keluarga NU ( 1 bintang paling besar ditengah : Nabi Muhammad SAW, 4 bintang dikanan & kiri : Khulafaurrosyidin, 4 bintang dibawah : Madzhab empat )
  • Dua kitab : Al-Qur’an & Hadits
  • Dua bulu bersilang : aktif menulis dan membaca untuk menambah wacana berfikir
  • Dua bunga melati : perempuan yang dengan kebersihan pikiran dan kesucian hatinya memadukan dua unsur Ilmu Pengetahuan Umum & Ilmu Agama Islam
  • Lima titik diantara I.P.P.N.U. : rukun islam

MAKNA LAMBANG IPNU




     MAKNA LAMBANG IKTAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
  • Warna hijau : subur, warna kuning : himmah/cita-cita yang tinggi, warna putih : suci.
  • Bentuk bulat : kontinuitas / terus-menerus / istiqomah
  • Tiga titik diantara huruf IPNU : Islam, Iman, Ikhsan
  • Enam garis / strip pengapit huruf IPNU : Rukun Iman
  • Bintang : ketinggian cita-cita
  • Sembilan bintang : Lambang keluarga besar NU
  • 5 bintang diatas : 1 bintang yang besar ditengah : Nabi Muhammad SAW
  • 4 bintang di kanan kiri : Khulafaur Rosyidin, yaitu sahabat : Abu bakar Ashidiq, Umar binKhotob, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib RA.
  • 4 bintang di bawah : 4 madzhab, yaitu Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Syafi’i, dan Imam Maliki ra.
  • Dua kitab : Al-Qur’an dan Al-Hadits
  • Bulu : Lambang ilmu, 2 bulu angsa bersilang : sintesis / perpaduan ilmu agama dan ilmu umum.
  • Bintang bersudut 5 : Rukun Islam

Jumat, 02 Agustus 2019

Pembodohan Berujung Radikalisme



Assalamu`alaikum Wr.Wb,
Temen-temen, selamat membaca untuk kalian, semoga dari apa yang admin share dapat menambah wawasan kalian tentang sejarah.
Agama dapat dipandang obyektifnya adalah  “idea atau kumpulan idea” yang mungkin diperoleh secara intuitif. . Oleh para pengikutnya dipercaya sakral diturunkan dengan wahyu dari Tuhan. ayat-ayat Al Quran diturunkan secara berturut-turut dalam suatu kurun waktu. 
Kita berpikir dengan atau melalui ide, dan apa yang disebut ‘berpikir’ adalah penerapan ide yang telah kita miliki pada situasi tertentu, Tetapi  alasan sakralitas agama banyak mengalahkan logika akal sehat. Semacam fanatisme atau membela agama. Cara kita menghayati dan menafsirkan dunia itu sangat tergantung pada jenis ide yang memenuhi otak kita. Jika ide-ide itu kecil, lemah, dangkal, dan terpecah-pecah, hidup ini akan menjadi picik dan serba kacau, cenderung lari kepada mitos dan dogma.
Sebelum Memebahas soal radikalisme dan pembodohan mari kita masuk ke pengertian radikalisme. Sebenarnya, apa arti radikalisme? Menurut para ahli, Pengertian Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim.


Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan Agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama.

Pada dasarnya radikalisme sudah ada sejak jaman dahulu karena sudah ada di dalam diri manusia. Namun, istilah “Radikal” dikenal pertamakali setelah Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut pada tahun 1797. Saat itu, Charles James Fox menyerukan “Reformasi Radikal” dalam sistem pemerintahan di Britania Raya (Inggris). Reformasi tersebut dipakai untuk menjelaskan pergerakan yang mendukung revolusi parlemen di negara tersebut. Pada akhirnya ideologi radikalisme tersebut mulai berkembang dan kemudian berbaur dengan ideologi liberalisme.

Seperti yang disebutkan pada pengertian radikalisme di atas, radikalisme seringkali dikaitkan dengan agama tertentu, khususnya Islam. Hal ini dapat kita lihat dari adanya kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang melakukan teror terhadap beberapa negara di dunia dengan membawa/ menyebutkan simbol-simbol agama Islam dalam setiap aksi teror mereka. Tindakan ISIS dan dukungan dari sebagian kecil umat Islam terhadap ISIS pada akhirnya membuat sebagian masyarakat dunia menganggap ISIS merupakan gambaran dari ajaran Islam. Namun, tentu saja hal tersebut tidak benar adanya karena sebagian besar umat Islam justru mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh ISIS. Radikalisme sangat mudah kita kenali. Hal tersebut karena memang pada umumnya penganut ideologi ini ingin dikenal/ terkenal dan ingin mendapat dukungan lebih banyak orang. Itulah sebabnya radikalisme selalu menggunakan cara-cara yang ekstrim.

Beberapa contoh atau ciri-ciri radikalisme:
1.    Radikalisme adalah tanggapan pada kondisi yang sedang terjadi, tanggapan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk evaluasi, penolakan, bahkan perlawanan dengan keras.
2.    Melakukan upaya penolakan secara terus-menerus dan menuntut perubahan drastis yang diinginkan terjadi.
3.    Orang-orang yang menganut paham radikalisme biasanya memiliki keyakinan yang kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan.
4.    Penganut radikalisme tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan mereka.
5.    Penganut radikalisme memiliki anggapan bahwa semua pihak yang berbeda pandangan dengannya adalah bersalah.
Dari bahasan diatas sedikit kita simpulkan bahwa, rata-rata tindakan radikal karena factor pembodohan yang tersetruktur, dengan mengutamakan segelintir kelompok.
Mari kita perkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia  Dengan cara memperkuat idealisme, nasionalisme, dan kecintaan kita terhadap negara serta menerapkan rasa tanggung jawab kita untuk melawan segenap ancaman terhadap eksistensi NKRI yang kita cintai ini,’’